Yuk baca Bait Pertama di wattpad!Buat yg punya akun wattpad, tolong divote yaa 😚 sekalian komentarnya juga ya hehe
Walaupun kuliah ga pernah nyatet, kalo soal ginian mah gue catet di sini. Semoga bermanfaat!
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 September 2016
Bait Pertama
Bait Pertama adalah karya pertamaku di wattpad. Karyaku yg satu ini berisi kumpulan bait yang tertiba hinggap di jendela kamar. Juga kumpulan bait yang tak sengaja kutemukan di loker kerja. Semua baitku pada dasarnya akan kembali ke bait pertama.
Selasa, 15 September 2015
Dua puluh untuk kamu
Bismillahirohmanirohiim...
Ketika kamu berpikir apakah kamu mampu berjuang.
Disitulah aku berpikir apakah aku layak diperjuangkan.
Disitulah aku berpikir apakah aku layak diperjuangkan.
Ketika aku berpikir akan tertuang dua puluh kalimat.
Jari jemari ini terhenti begitu saja.
Kehilangan akal untuk terus berkata.
Bahkan disaat aku tidak menatapmu.
Aku masih membisu.
Aku masih kecewa.
Tapi aku masih disini.
Berdiri menunggu ada yg kembali.
Menunggu luka ini sembuh sendiri.
Menunggu untuk menebus janji.
Aku masih ingat janjiku.
Jari jemari ini terhenti begitu saja.
Kehilangan akal untuk terus berkata.
Bahkan disaat aku tidak menatapmu.
Aku masih membisu.
Aku masih kecewa.
Tapi aku masih disini.
Berdiri menunggu ada yg kembali.
Menunggu luka ini sembuh sendiri.
Menunggu untuk menebus janji.
Aku masih ingat janjiku.
Sampai bertemu oktober 2017 nanti.
Semoga masih teringat janji janji yg tak sengaja terucap itu.
Semoga masih terkenang masa masa indah itu.
Semoga sudah diikhlaskan masa masa kelam itu.
Semoga masih teringat janji janji yg tak sengaja terucap itu.
Semoga masih terkenang masa masa indah itu.
Semoga sudah diikhlaskan masa masa kelam itu.
Selamat ulang tahun, kamu.
Semoga bahagia.
Semoga bahagia.
- aku. Masih yang dulu
Kamis, 26 Maret 2015
ibu, aku ingin pulang
ibu, aku lelah...
aku sudah penat dengan semuanya. aku ingin pulang.
ibu, hatiku sangat lelah...
aku sudah tidak sanggup menahan semua ini.
ibu, otakku amat lelah...
aku sudah sangat memaksanya untuk bekerja diluar batas.
ibu, sepertinya aku menyerah...
semua seperti terjadi begitu saja. tidak ada tujuan. bahkan aku tidak tau akan seperti apa aku nanti. aku hanya mengalir mengikuti derasnya aliran air.
semua pilihanku. semua keputusanku. semua perjuanganku selama ini. seperti ingin disudahi saja.
ibu, ini bukan prosanya para penyair. ini bukan puisinya para pujangga. ini cuma rintihan anakmu. yang sedang menderita di tanah tumpah darahnya. di tempat dimana orang biasa merantau. di sumber dari segala sumber kepenatan.
aku ingin pulang. bukan homesick atau apalah mereka menyebutnya. semua kesibukan ini perlahan membunuhku, bu.. aku tidak ingin mati. aku harap ada cara lain untuk membahagiakanmu selain bertahan di tempat ini.
ibu, tidak usah khawatir. aku tidak sebodoh itu. aku akan selalu meminta pada Tuhan agar aku tidak mati sebelum membahagiakanmu.
ibu, jangan sedih. aku hanya ingin pulang.
ibu, maafkan aku.
aku sudah penat dengan semuanya. aku ingin pulang.
ibu, hatiku sangat lelah...
aku sudah tidak sanggup menahan semua ini.
ibu, otakku amat lelah...
aku sudah sangat memaksanya untuk bekerja diluar batas.
ibu, sepertinya aku menyerah...
semua seperti terjadi begitu saja. tidak ada tujuan. bahkan aku tidak tau akan seperti apa aku nanti. aku hanya mengalir mengikuti derasnya aliran air.
semua pilihanku. semua keputusanku. semua perjuanganku selama ini. seperti ingin disudahi saja.
ibu, ini bukan prosanya para penyair. ini bukan puisinya para pujangga. ini cuma rintihan anakmu. yang sedang menderita di tanah tumpah darahnya. di tempat dimana orang biasa merantau. di sumber dari segala sumber kepenatan.
aku ingin pulang. bukan homesick atau apalah mereka menyebutnya. semua kesibukan ini perlahan membunuhku, bu.. aku tidak ingin mati. aku harap ada cara lain untuk membahagiakanmu selain bertahan di tempat ini.
ibu, tidak usah khawatir. aku tidak sebodoh itu. aku akan selalu meminta pada Tuhan agar aku tidak mati sebelum membahagiakanmu.
ibu, jangan sedih. aku hanya ingin pulang.
ibu, maafkan aku.
Minggu, 08 Juni 2014
Hujan dan Pelangi : sebuah sajak yang tersusun akibat luka di hati
Mereka bilang aku rindu pelangi
Tapi sungguh aku rindu kamu
Mereka bilang kamu tak pernah peduli
Tapi sungguh terbuai aku dalam kasihmu
Sabtu, 05 April 2014
"Kamu kuat kok" itu cuma mitos
lemah. satu kata yang sebenarnya aku benci sejak lama. sejak dia mulai hadir dalam hidupku. dia yang selalu membuatku benci pada hidupku, membuatku benci pada diriku sendiri. diriku yang polos dan tak mengerti apapun tentang ini. ketika dia datang, aku seperti sedang berdiri diatas tiang berdiameter 5cm dengan tinggi setara dengan monumen nasional di ibukota itu. ya, tentunya untuk dapat berdiri di tiang itu aku harus menggunakan satu kaki dan bahkan harus jinjit. jika ada angin kencang datang, maka aku akan....... boom. wassalam. kurang lebih seperti itulah yang aku rasakan ketika dia mulai datang dan semakin dekat denganku.
Langganan:
Komentar (Atom)
