Sabtu, 05 April 2014

"Kamu kuat kok" itu cuma mitos

lemah. satu kata yang sebenarnya aku benci sejak lama. sejak dia mulai hadir dalam hidupku. dia yang selalu membuatku benci pada hidupku, membuatku benci pada diriku sendiri. diriku yang polos dan tak mengerti apapun tentang ini. ketika dia datang, aku seperti sedang berdiri diatas tiang berdiameter 5cm dengan tinggi setara dengan monumen nasional di ibukota itu. ya, tentunya untuk dapat berdiri di tiang itu aku harus menggunakan satu kaki dan bahkan harus jinjit. jika ada angin kencang datang, maka aku akan....... boom. wassalam. kurang lebih seperti itulah yang aku rasakan ketika dia mulai datang dan semakin dekat denganku.



entah mengapa aku selalu saja diam. ketika dia datang, mendekat, meresap kedalam relung jiwa ini, aku diam. tanpa ada sedikitpun penolakan. padahal aku tau pasti dia tidak akan pernah membiarkanku bebas menghirup udara gratis ini dan menikmati detik demi detik kesibukanku. sikap diamku inilah yang menyebabkan aku lemah. ya. aku lemah terhadap dia. semua orangpun berkata demikian. semua? oke tidak semua, hanya orang-orang yang peduli terhadapku. sisanya? hanya bilang "kamu kuat kok, semangat yaaa". ya aku tau mereka berbohong.

sempat kutulis surat untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, orang yang telah membiarkan aku hidup. meski harus bersama dia.
ini suratnya....

Ibu, sebelumnya aku minta maaf... bukan maksudku menyalahkanmu...
aku cuma mau nanya, atau mungkin cerita. gak dijawab juga gapapa.
Ibu... kenapa aku dilahirkan jadi anak yang lemah?
aku sudah berusaha untuk tidak lemah, untuk tidak menyerah, tapi apa bu....
semakin aku semangat, semakin aku paksa beraktivitas, sakit ini tambah dan terus bertambah...
aku pun gak ngerti kenapa orang2 yang lebih parah dari aku, yang seharusnya lebih lemah dariku, tapi malah mereka selalu terlihat ceria. seperti tidak ada apa apa....
aku ingin pulang bu... aku tidak sanggup sendirian dengan keadaanku yg seperti ini. aku bingung, aku harus apa ketika sakit itu semakin menjalar ditubuh ini. aku tidak ingin membuatmu khawatir bu. tapi aku gak kuat. aku gak mau mati disini. aku ingin terus bersama ayah dan ibu. 
aku tidak menyalahkan siapapun bu. cuma aku benci kenapa aku harus jadi anak lemah seperti ini...... aku akan pulang setelah aku sukses. aku janji akan membahagiakan ibu walau dengan keadaanku yang seperti ini.
oiya bu, jangan bales dengan "kamu kuat kok, semangat yaaa". klasik bu. aku tau itu bohong. aku tau aku lemah. dan kata semangat tak akan cukup membuatku semangat.
I <3 YOU

namun niatku untuk mengirim surat itu terhenti. aku tau itu akan membuat ibu semakin khawatir. biarlah waktu yang akan menjawab. hidup mati ada di tangan Allah. entah siapa yang lebih dulu mati, aku atau dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar