Kamis, 15 September 2016

Hai. Selamat dua puluh satu tahun!

Tidakkah kamu pahami itu? Aku sempat berpikir bahwa kamu belum menyerah. Aku mengira bahwa impian yang pernah kau nyatakan itu akan nyata nantinya. Imajiku terlalu liar sampai aku berani ikut memperjuangkan impianmu.
Selamat. Selamat atas lenyapnya impian yang sempat kau nyatakan padaku dengan ketulusan.
Tidakkah kamu pahami itu? Tulip oranye dan mawar biru adalah kombinasi yang sempurna. Setidaknya untuk buket bunga yang akan aku sodorkan pada meja kerjamu yang mungkin masih berantakan.

Happy birthday zan! Thanks for being part of me 🌷🌹
Semoga istiqomah di jalan Allah. Jangan mendekat bila tak ingin menetap yha! :)

Dari impianmu yang sudah tak mampu kau perjuangkan bahkan mungkin tak perlu untuk kau semogakan, tertulis tak sengaja karna remahan kenangan yang pernah kau berikan.

- Himesama (you said)👸

Selasa, 15 September 2015

Dua puluh untuk kamu

Bismillahirohmanirohiim...
Ketika kamu berpikir apakah kamu mampu berjuang.
Disitulah aku berpikir apakah aku layak diperjuangkan.
Ketika aku berpikir akan tertuang dua puluh kalimat.
Jari jemari ini terhenti begitu saja.
Kehilangan akal untuk terus berkata.
Bahkan disaat aku tidak menatapmu.
Aku masih membisu.
Aku masih kecewa.
Tapi aku masih disini.
Berdiri menunggu ada yg kembali.
Menunggu luka ini sembuh sendiri.
Menunggu untuk menebus janji.
Aku masih ingat janjiku.
Sampai bertemu oktober 2017 nanti.
Semoga masih teringat janji janji yg tak sengaja terucap itu.
Semoga masih terkenang masa masa indah itu.
Semoga sudah diikhlaskan masa masa kelam itu.
Selamat ulang tahun, kamu.
Semoga bahagia.
- aku. Masih yang dulu